I share what i love to. What i share is what i thought about something that happens with me. And i never mean to offend anyone.

Category Archives: Traveling

Wuhoo…. akhirnya ada juga kesempatan buat lanjutin cerita perjalanan gue. Oke tanpa basa-basi lagi karena pasti kalian udh pada nungguin kan lanjutannya.. ya kan?? pasti kan?? iya dong?? (pede abis yak!!)hahhaa…

Masih, 1 Oktober 2011.. bedanya?? Sekarang we are here!! Low Cost Carrier Terminal  (LCCT) – Kuala Lumpur – Malaysia. Yup, kami ber-4 akhirnya menginjakan kaki di negeri jiran MALAYSIA. Dan, dengan semangat ’45 seolah lupa ada teman kami yang masih belom tau gimana nasibnya, kami melaju  cepat menuju terminal setelah turun dari pesawat. Melewati imigrasi kami pun menuju keluar bandara sempet mampir sebentar sih ke beberapa counter penjualan sim card buat cari paketan Blackbe**y yang TER-murah. Dan, gak lupa juga mampir ke salah satu toko buat beli AIR SEMULA JADI (kalo gak salah gitu) atau yang biasa kita kenal AIR MINERAL (2 jam perjalanan dipesawat haus tanpa air sedikitpun, dan itu menyiksa sodara!!).

Kelar urusan tetek bengek dan segala macem di bandara, mulailah petualangan kami yang sebenarnya(deng,,, deng,,, *drum beat*). Sebenarnya, Mr. Rx dan Mr. Yo udh pernah ke Malay sebelumnya tapi itu juga beberapa tahun yang lalu jadi mereka udah agak2 lupa, jadi yaaa…. (lo taw lha sob…wkwkwk). Yang kita tau pasti adalah dari bandara kita musti menuju kota, atau kalo di Kuala Lumpur kita mesti menuju tempat yang namanya “KL Sentral” dari situ lah kita bisa naik berbagai moda transportasi menuju daerah-daerah di Kuala Lumpur. Waktu itu kami menggunakan Skybus AIRASIA dari LCCT menuju KL Sentral untuk biaya skybus kami udah termasuk dengan biaya tiket pesawat. Dan ini memakan waktu sekitar 60 menit dengan pemandangan kebon kelapa sawit (-_-”).

Karena dengan pertimbangan “biasanya” yang namanya “Chinatown” itu banyak orang jual makanan dan ramai, kita sepakat untuk cari penginapan yang berada di daerah itu. Hasil browsing-browsing di agoda.com dan booking.com dapetlah kita Hotel Winsin di Petaling St. daerah Chinatown. Berbekal hanya tau nama jalan tanpa disertai pengetahuan yang cukup dan disertai rasa sok pintar dan sok tau kami. Begitu sampai di KL Sentral kami segera mencari kereta atau Komuterline di KL Sentral yang menuju tempat/stasiun yang ada nama PETALING-nya! (pinterkan kita?? >:) ). Karena jam menunjukan sudah saatnya makan siang kami pun tak ragu ketika melihat ada Komuterline yang menunjukan akan berhenti di stasiun “PETALING Jaya” dengan harapan begitu sampai kita akan mendapatkan kedai makanan dengan mudah (daerah chinatown gitu… nyeahahha).

Tapi, harapan kami untuk bisa segera melahap makanan pun sedikit demi sedikit meluntur, ketika kami melihat antrian penumpang yang begitu banyak ditambah kereta yang tak kunjung datang. Perbekalan kami pun mulai menipis tapi perut belum juga terasa penuh (kelaparannnn…. arghhh!!) ternyata terdengarlah suara bapak2 dari ujung speaker dengan suara logat melayu yang kami pun tak boleh paham (lohh… kok jadi ikutan melayu yak??). Bapak2 itu tadi intinya bilang kalo kereta bakalan telat (Oh my,,,,, cobaan apalagi ini?? w(‘_’w) ). Ketekunan dan kesabaran kami (ya iyalah… gak sabar gimaneee 1 jam lebih nungguin!! -_-) segera terjawab begitu kereta datang.

Singkatnya, kita udah tiba di stasiun “PETALING Jaya”. Ehh, tapi tunggu… bukan ini Chinatown yang kami bayangkan. Stasiun ini tampak begitu sepi jauh dari hingar bingar kota dannnn….. kedai makanan yang harusnya banyak dan berjejer sebagai cirikhas daerah yang berlabelkan CHINATOWN pun tak nampak, hanya ada sebuah kuil hindu orang india dan beberapa flat serta jalanan yang sepi… (ooo… dimana kami??). Kami pun berjalan dan bertanya pada seorang ibu2 India yang sedang berjualan dupa2 untuk ibadah orang India di depan kuil. Begini kira2 percakapan kami :

Mr. Hr : Excuse me,, Where is the Chinatown? (bhs inggris sebisanya kita mah…)

Ibu India : what?? (nampaknya ibu ini bhs inggrisnya gak lebih bagus dari kita… -_-)

Mr. Yo : Could you please show the direction to china town? (mencoba menanyakan kembali..)

Dan apa jawabannya….

Ibu India : WHY.. YOU ARE HEREEEE???? (dengan suara agak tinggi dan kepala geleng..) *percis kayak adegan pilem2 india*

Ohhh yeaahhhh….. bener aja kita nyasar sob!! (booooo…… 😦 ). Pupus sudah harapan dan bayangan makan makanan khas malay di daerah pecinan dengan hiruk pikuk dan keramaian di Chinatown, karena kami akhirnya harus terdampar di sebuah warung kaki lima yang jualan nasi padang (errhhhh…. Kebodohan apalagi ini??).

Monz :))


Sesuai request temen dan janji gue di post sebelumnya gue bakalan cerita 11 hari petualangan gue bersama temen2 gue di negeri orang.

Sebelumnya, let me introduce the cast (ciyeee… udh kayak di pilem2 dahh) . Tapi, gue cuma akan memperkenalkan mereka dengan inisial nama mereka (as their request.red). So, inilah mereka :

  1. Mr. Rx as the promoter alias yang ngajakin ane dan menggalang massa buat ikutan neh trip.
  2. Mr. Yo as the planner bagian nyari tiket murah, rute, makanan, penginapan dan yang murah2 pokoknnya. :p
  3. Mr. Le as the banker bagian yang nalangin kalo booking2 online, cm dia yang ada credit card soalnya, wkekekek…
  4. Mr. Hr as the researcher dia orang yang tau dimana tmp makan enak, tmp jual barang bagus murah, dll. Hasil browsingnya sebelum berangkat.
  5. Mr. Ys as the ice breaker dia neh yang paling bisa membuat keheningan malam jadi pecah dengan cerita2 konyol yang terjadi saat pagi kami beraktivitas.
  6. Mr. Momonz 😀 kalo gue sih cmn penggembira aje, heheheh…

Sebenernya ada dua lagi Mr. Fl yang batal ikut karena ga dapet ijin cuti dan Mr. Vc WNI yang tinggal di Kuala Lumpur, rencananya dia bakalan ikut trip kita pas di Singapore tapi batal gara-gara paspornya mati.

Round 1 : Insiden di Bandara

Singkat cerita, tiket udah di tangan, hotel selama di Malaysia, Genting dan Singapore pun sudah di book, tinggal menunggu hari H. Dan, hari itu tiba setelah setahun persiapan, yapp.. tanggal 1 oktober 2011 dengan jadwal penerbangan pkl 05.10 WIB by Airasia Indonesia (QZ 7617), cukup pagi dan sangat pagi bagi salah satu teman kami, hingga ada sedikit insiden (^o^).

Tepat pukul 05.00 panggilan boarding ke pesawat pun dikumandangkan (jiahhh… bahasa gue!!) tapi, apa yang terjadi sodara??? Mr. Ys belom juga menampakan batang hidungnya (apa emang ga ada hidungnya?? Oppss… kidding!!). Kepanikan melanda kami ber 4, gue, Mr. Rx, Mr. Yo, dan Mr. Hr (Mr. Le menyusul dengan pesawat lain siang-nya pada hari yang sama) – hanya bisa saling menatap dengan perasaan tak tenang. Sampai pesawat terisi dan semua penumpang sudah masuk kami masih belum melihat Mr. Ys padahal waktu telah menunjukan pukul 05.10, waktu dimana seharusnya pesawat telah melakukan push back (sombong banget, baru juga tau hasil suka nongkrong di indoflyer.net wekekekke….). Saat itu, saking care dan sayangnya kami dengan Mr. Ys (lebay sih emang… -_-) kami sampai-sampai memandangi setiap penumpang yang baru masuk ke pesawat dengan harapan itu adalah Mr. Ys. Lucunya, kami selalu mengira setiap laki-laki yang masuk adalah Mr. Ys, dengan mengucapkan ” itu dia Mr. Ys” dengan ekspresi yang sumeringah dan di akhiri “ohh.. bukan” dengan wajah lesu kembali.

Akhirnya, semua penumpang telah masuk dan mbak-mbak pramugari tiba-tiba melakukan pengumuman dengan menyebut nama kedua teman kami, memanggil nama Mr. Fl yang batal berangkat dan Mr. Ys yang infonya dia telah berada di bandara tapi belom masuk pesawat. Maka, dengan maksud yang baik dan harapan mbak FA (Flight Attendants) mau menunggu Mr. Ys kami pun mengatakan pada salah satu FA, begini kira-kira percakapan kami :

Mr. Hr : “Mbak, untuk teman kami Mr. Fl dia cancel…. Tapiiii, untuk Mr. Ys dia masih di bawah (dibandara)”

FA : “Oooo.. cancel??”

Mr. Hr : (dengan sigap) “iyaaa, mbak… yang Mr. Fl….. Tapiiiii, Mr. Ys masih di bawah….”

FA : (pergi meninggalkan kami)

Dengan, perasaan sedikit lega kami menunggu Mr. Ys…… tapiiiiiiii (banyak banget “i-nya” ?? ) apa yang terjadi sodara2?? (efek sound drum…. Tambah zoom in – zoom out efek sinetron) Si mbak FA tadi memberitahu temannya dan dengan sigap si mbak FA lainnya menutu pintu pesawat sodara2…. (ooooooohhhhh….. *tutup muka*). Kami ber 4 di dalam pesawat sekali lagi hanya bisa saling memandang (uuuhhhh so sweet!! – Ga gitu juga kale -_-). Sambil memandang kearah bandara dari kaca jendela, pesawat pun jalan menuju runway untuk take off. Dan, Mr. Ys?? Yap… MASIHH di bandara (hiks..hikss… T.T).

Saat itu juga kami merasakan kesedihan yang amat mendalam (suasana hening…) membayangkan perjalanan yang kami nantikan selama setahun harus menyisakan kisah sesedih ini, rasanya seperti harus memakan buah simalakama (ini lebay lagi!! – abaikan!!). Tapi, kesedihan itu tak bertahan lama, Karena begitu pesawat sudah stabil di atas, kami segera mengeluarkan (tong.. teng… tong… teng *ala doraemon ngeluarin barang dari kantong ajaib*)“alaaaatttt penguusssiiikk kebosanannn” yaaakkk main UNO! (sempet ya??) Dan, seketika itu juga rasa sedih seolah tak pernah kami rasakan. 😡

Bersambung: Round 2 : Why You Are Here??

Monz